Konflik dalam Pembangunan
Pariwisata Jogja
Hai Guys!! Kembali lagi bersama saya, yap! Shabrina Maharani!!!
Kalian pasti
tau kan guys kalo didunia ini sangat banyak konflik yang terjadi. Salah satunya
Konflik yang terjadi di Industri Pariwisata, kali ini saya akan membahas
tentang ‘Konflik dalam Pembangunan Pariwisata di Jogja’. Langsung kita bahas aja
yuk!
Seperti
yang kita ketahui, Jogja itu keren banget. Budayanya, suasananya, penduduknya,
semua hal yang ada di Jogja bener bener bikin saya nyaman banget saat traveling
ke Jogja. Rasanya gak cukup deh guys kalo cuma sekali kesana, pasti pengen balik
lagi deh. Tapi banyak juga loh konflik yang terjadi di Jogja dalam bidang pariwisata.
Seperti yang sudah dijelaskan dalah artikel yang di publikasikan oleh Balairung
Press. Silahkan klik link dibawah kalau kalian mau membaca artikel nya ya guys!
Di
artikel tersebut disebutkan beberapa konflik yang terjadi mulai dari konflik
dengan investor sampai air sumur warga yang mongering. Disini saya hanya akan
membahas beberapa konflik dari artikel tersebut. Yang pertama, konflik terjadi
di salah satu pantai yang bernama Pantai Watu Kodok. Jadi sejak awal, Pantai Watu
Kodok ini dikelola dan dijadikan lokasi untuk mencari rumput laut oleh warga
setempat. Rumput laut itu akan dikonsumsi atau dijual dan hasilnya untuk biaya
kebutuhan warga. Nah semakin lama, makin banyak wisatawan yang datang ke Pantai
Watu Kodok guys. Akhirnya warga berinisiatif untuk membuka Pantai Watu Kodok
ini sebagai tempat wisata karna pantai ini juga cantik banget guys.
Cantik banget
kan.. cocok deh buat liburan akhir perkan hehe, lanjut. Setelah warga
berinisiatif untuk menjadikan Pantai Watu Kodok sebagai tempat wisata, tiba
tiba Pemerintah Desa setempat datang dan menyatakan bahwa Sebagian Kawasan
Pantai Watu Kodok sudah dikontrak oleh Warga Jakarta bernama Eni Supiani guys. Setelah
itu datang Pemerintah Kabupaten bersama Pemerintah Desa dan Kuasa Hukum Eni
yang mengklaim bahwa seluruh Kawasan Pantai watu Kodok telah dikontrak oleh
Eni. Karna seluruh Kawasan Pantai sudah dikontrak, warga harus meninggalkan
Kawasan Pantai tanpa ganti rugi dan relokasi. Dan warga pun hanya diberi tawaran
untuk menjadi tukang sapu dan tukang masak, namun warga menolak tawaran
tersebut dan memilih bertahan sampai sekarang. saya kalau jadi warga juga mungkin
akan melakukan hal yang sama, karna kalau warga meninggalkan Kawasan pantai mereka
akan kehilangan pekerjaan nya.
Oke Guys
sekarang kita lanjut ke Konflik yang kedua. Konflik ini terjadi bukan di Kawasan
Pantai melainkan di Kawasan Kota. Konflik disebabkan oleh pembangunan hotel, sudah
banyak hotel berbintang yang didirikan di Jogja dan pemiliknya pun bukan Warga
Jogja. Dan sudah pasti pembangunan Hotel berbintang ini menruntuhkan hotel
hotel tradisional milik warga Jogja. Tapi ya guys, saya kalo ke Jogja nginep
nya di Hotel Milik warga Jogja loh. Lebih cenderung ke Losmen tapi nyaman
banget, suasana jogja nya dapet banget guys. Oke lanjut, tapi yang kita bahas
bukan tentang persaingan Hotel Berbintang dengan Hotel Milik Warga Jogja.
Konflik
terjadi karna Warga mengalami Krisis air semenjak didirikan nya hotel
berbintang. Jadi guys, hal ini terjadi karna hotel membuat sumur dengan cara
mengebor tanah. Padahal sudah ada aturan bahwa Hotel harus memanfaatkan air
Perusahaan Air Minum (PAM), dan tidak boleh ngebor. Tetapi pihak hotel tidak
menanggapi dan melanggarnya, akibatnya sumur warga yang sejak dulu tidak pernah
kering pun sampai mongering dikarenakan pembangunan hotel. Salah satu warga
Jogja pun mengkritik soal pariwisata Jogja yang mengarah kepasar dengan
banyaknya hotel. Padahal guys, menurut nya yang membuat Jogja istimewa itu
adalah budayanya dan apabila ada wisatawan yang datang itu hanyalah bonus.
“wisatawan
ke Jogja itu tidak masuk Hotel, tapi masuk ke kampung dan berinteraksi dengan
warga. Dan apabila menginap dirumah warga, itu akan lebih berguna bagi warga”
tutur Dodo, salah satu Warga Jogja. Saya sedih juga ya bacanya, Warga Jogja yang
memang sudah dari dulu berada di Jogja merasa tergantikan oleh pendatang. Tapi
ini lah, selalu ada konflik yang terjadi kan. Gak mungkin semua nya berjalan
dengan lancar, yang terpenting konflik harus tertatasi dengan baik dan benar.
So guys, saya rasa
cukup untuk blog kali ini. Terima kasih sudah membaca dan saya minta maaf apabila
ada salah salah kata.
Have a nice day!!
Good Bye!!

👍🏻👍🏻
BalasHapus